Friday, September 20, 2013

Jurnal Refleksi Minggu Ke-3


              Jurnal Refleksi Minggu Ke-3 Pemilihan Lokasi Usaha

Contoh Analisis SWOT Pada Usaha Pakaian





            Pastikan lokasi toko strategis, yaitu mudah dijangkau oleh pengunjung, rapih dan bersih, produknya lengkap dan pelayananya ramah dan baik. 

Pada papan nama toko anda dan tampak luar, buatlah yang 'eye cathcing' yang menarik dan informasi lengkap tertulis sehingga ada ketertarikan pengunjung ingin datang.


Buatlah strategi pemasaran yang menarik dan secara berkelanjutan, misalnya bulan ini sedang ada promo, misalnya beli satu gratis satu atau beli satu dapat gratis hadiah menarik dan lain-lainnya. Pola semacam ini harus berkelanjutan, bisa satu bulan sekali atau tiga bulan sekali, promo yang berbeda sehingga pelanggan akan datang dengan rutin.


Kreatifkan produk anda, buat keunikan khusus produk pakaian anda, dan pastikan produk tersebut hasil kreatifitas anda yang tidak bisa didapati di toko lain. Dengan demikian anda tidak perlu menurunkan harga jual.


Buatlah paket-paket menarik sebagai nilai tambah penjualan. Misal saja paket busana muslim, jika membeli satu paket mulai jilbab, dress hingga rok panjangnya maka harganya akan lebih murah dibanding harus membelinya satu per satu. 


Coba pikirkan apa yang bisa dibuat secara paket dari produk-produk yang anda jual. Sebagai penjual anda tidak harus memaksa pengunjung membeli, namun anda harus berperan sebagai teman yang bisa menyarankan pakaian yang terbaik dan cocok untuk pengunjung, seperti layaknya anda sebagai konsultan penampilan untuk pengunjung. Dengan cara seperti ini pengunjung akan percaya dengan kemampuan anda dan akan mau membeli.


Bentuklah tim pemasaran yang kuat dan dapat menjalankan strategi-strategi pemasaran anda. Berikan edukasi dan prosedur yang standar sehingga mereka bisa jalankan.

Buatlah strategi aliansi pemasaran yang menarik dengan produk atau usaha lain yang sudah maju. Misalnya dengan beraliansi dengan restoran yang ada, beraliansi dengan sekolah-sekolah, beraliansi dengan komunitas ibu-ibu/remaja dan lainnya.

         Analisis SWOT   adalah suatu analisa mendalam mengenai suatu bisnis baik sumber daya yang di milikinya maupun lingkungannya. suatu analisa mendalam mengenai suatu bisnis baik.
SW
OT  Analisis adalah suatu proses yang penting dan merupakan tahap yang harus di lakukan dalam proses manajemen strategi.  

D
engan melakukan suatu
Analisa SWOT,  maka Anda dapat mengidentifikasi aktivitas mana saja yang merupakan keunggulan Anda. Kemudian Anda juga dapat mengetahui peluang-peluang apa saja yang Anda miliki dalam bisnis. Selain itu dengan mengenali kelemahan dan threats, Anda dapat melakukan perbaikan yang di perlukan bagi bisnis Anda.





                
Metode Analisis SWOT   salah satu metode untuk menggambarkan kondisi atau membagi dan mengevaluasi , suatu permasalahan. Mempunyai proyek atau berkonsep bisnis Retail  yang berlandaskan baik dari faktor internal maupun faktor external  yaitu Strength, Weakness, Opportunity, Threats. Metode ini paling sering di gunakan dalam metode evaluasi bisnis untuk mencari strategi yang akan di lakukan karena sangat cocok di gunakan  dalam mengevaluasi  kelebihan dan kekurangan  bisnis. Analisis SWOT   hanya memberikan gambaran situasi yang terjadi, bukan suatu pemecahan masalah.

          
Salah satu contoh dari Metode SWOT   untuk penjualan pakaian adalah sebagai berikut:

Strength  (Kekuatan)
         
S
trenght adalah kondisi kekuatan atau power yang terdapat  dalam organisasi ataupun dalam diri sendiri, proyek atau konsep bisnis yang ada. Kekuatan yang di analisis merupakan  faktor yang ada dalam tubuh proyek organisasi atau bisnis.
Contoh yang menjadi kekuatan usaha Toko ini adalah:
# Manajemen lapangan pada toko ini sudah tersusun  dengan rapih, bersih, aman dan nyaman
# Lokasi yang terletak yang padat penduduknya  (IPM nya lebih tiinggi)
# Berdasarkan table proyeksi peluang usaha Toko Pakaian ide bisnis yakni pada bulan ke-12  menyerap       sekitar 175% peluang dalam mendapatkan keuntungan.
# Pakaian merupakan kebutuhan pokok manusia  sehingga keberlangsungan Toko ini dapat terjamin.

Weakness  (Kelemahan)
         
W
eakness atau kondisi kelemahan yang terdapat dalam diri sendiri,organisasi,proyek atau bisnis. Kelemahan yang di analisis merupakan faktor  yang terdapat dalam tubuh organisasi, proyek atau konsep bisnis itu sendiri.
Contoh yang menjadi kelemahan usaha Toko Pakaian ini adalah:
# Modal  yang kurang untuk melengkapi fasilitas yang belum ada untuk melengkapai usaha Toko Pakaian, Seperti kamar pas dan patung model.
# Ada beberapa pesaing yang sudah terlebih dahulu sehingga menuntut inovatife dan kreatife  bagi pengusaha yang ingin membuka usaha  dalam bidang usaha yang sama.


Opportunity  (Kesempatan atau Peluang)
         
O
pportunity kondisi kesempatan atau peluang  yang berkembang di masa dating yang terjadi atau bisa di sebut dengan planning concept.
Kondisi yang terjadi  merupakan peluang dari luar organisasi, proyek atau bisnis itu sendiri.
Misalnya: kompetitor, kebijakan pemerintah, kondisi lingkungan sekitar.
Contoh yang menjadi peluang Toko Pakain ini adalah:
# Pesaing yang sedikit. Pada pasar tersebut  baru ada 2 toko sepatu sekaligus baju, sedangkan kios yang di sana kecil, sehingga jenis sepatu dan baju yang di jual  hanya sedikit macamnya.
# Adanya inovatife dan kreatife usaha ini memiliki kesempatan untuk mengusai pasar.


Threats  (Ancaman)
          
T
hreat adalah kondisi yang mengancam dari luar. Ancaman ini dapat mengganggu organisasi , proyek atau bisnis itu sendiri.
Contoh yang menjadi ancaman usaha Toko Pakaian ini adalah:
# Cara pembayaran pelanggan yang menggunakan sistim kredit dan beresiko kredit macet.
# Golongan ekonomi yang menjadi pelanggan Toko ini adalah menengah kebawah.
# Produk baru tidak di terima oleh pasar atau pelanggan.




Happy Reading,,,, Semoga Blog ini bermanfaat ^_^
Salam Entrepreneur .... !!!!

sumber : http://finance.detik.com/read/2012/04/23/110135/1898896/1340/trik-jitu-bisnis-pakaian-secara-online-dan-offline

http://idebinis.org/

Saturday, September 14, 2013

Jurnal Refleksi Minggu Ke 2



          Hidup adalah sebuah proses belajar tanpa batas. Setiap saat, pasti ada yang bisa kita pelajari dalam hidup kita, apapun itu.
Karena hidup setiap saat selalu berubah. Hidup adalah perubahan. Jadi kita harus selalu mau belajar dalam kehidupan kita.
Seperti waktu kita sekolah, pasti sering mendapat soal-
soal untuk menguji seberapa baik kita belajar, utk menguji kemampuan kita, menguji apakah kita sudah benar-benar belajar dan mengerti apa yg diajarkan. Kalo kita gak bisa mengerjakan maka tanya kepada Bpk/ Ibu Guru yang membuat soal. Begitu juga dalam hidup kita, kita juga pasti sering mendapat masalah/ persoalan. Anggap aja itu sebagai soal / pe er / tugas dari Guru kita, utk menguji kita apakah kita serius belajar dlm kehiduan kita. So, kalo gak bisa, kita juga boleh tanya kepada Sang Maha Pembuat Soal. Siapa? Ya pasti Tuhan dong... Kita bisa tanya, ataw bahkan curhat tentang segala persoalan kita, hingga kita diberi petunjuk memecahkan masalah kita.
Now...sudah siapkah kita untuk selalu belajar dalam kehidupan kita?
How about U?
Keep spirit...Keep ACTION...!

           Dalam pembelajaran kelas retail yang di awali pada tanggal 19 agustus 2013 ini banyak sekali yang saya pelajari dan ilmu yang bisa saya petik dan menambah wawasan untuk di terapkan dalam kehidupan saya di hari yang akan datang, langkahkan kaki lompatkan lebih tinggi lagi. Ber-entrepreneur secara inovatife setidaknya harus melakukan 3 langkah yaitu opportunity seeking (pencarian peluang), innovator (innovator), dan calculated risk taker (pengambil resiko)
 Yeeeach itulah yang akan saya lakukan untuk kedepannya, , ,  Seperti yang Pak Ciputra katakan ketika melihat ada peluang di depan mata “Jangan berkata tidak mungkin dulu, segala sesuatu yang kita persiapkan untuk tujuan yang masuk akal namanya perencanaan, sedangkan kalaw tujuannya tidak masuk akal lalu kita temukan solusinya, maka itulah yang di sebut inovasi. 

Sebuah Kesimpulan
Peter Drucker
mengingatkan kita kembali bahwa “innovation is the instrument of entrepreneurship” .
Instrument untuk apa? Inovasi adalah instrument untuk menciptakan nilai tambah secara dramatis dan kreatife di dalam tiap fungsi dari bisnis.

Live the life you want to live, never be ashamed of anything. Make decisions make mistakes  if you fall, at least you fell because you tried, no regret, it’s a life. A person who never  made a mistake never tried anything new !
Kata-kata bijak ini yang akan mengantarkan saya ke pintu gerbang kesuksesan,,,, “YES I CAN “


  
Tak ada yang tak mungkin jika kita mau belajar dan berusaha pasti kita bisa melakukannnya, ya kita bisa melakukannya!
         
            Siapakah pencipta peluang itu ?
Untuk memahami lebih dalam apa itu penciptaan peluang kita perlu melihat dari 2 kondisi utama yang menentukan sejauh mana peluang dapat kita raih, yaitu permintaan (demand) dan pasokan (supply).

TABEL IDENTIFIKASI PELUANG


Permintaan sudah jelas
Permintaan sudah jelas
Pasokan sudah jelas
Opportunity Recognition
Opportunity Seeking
Pasokan tidak jelas
Opportunity Discovery
Opportunity Creation

Opportunity Regocnition

            
Ketika peluang berhasil di identifikasi dalam situasi permintaan dan pasokan yang sudah jelas, maka dapat kita namakan proses ini sebagai opportunity regocnition.  Dalam situasi ini kita tidak perlu menciptakan produk baru untuk pasar dan juga tidak perlu memusingkan pasar mana yang butuh produk, karena baik produk ataw pasarnya sudah terdefinisi jelas. Sebagi contoh adalah apa yang biasa terjadi dalam bisnis retail. Seorang pedagang menemukan bahwa satu jenis barang  dagangan tertentu ternyata sering sekali di cari pelanggan.
Pedagang dengan jiwa entrepreneur akan mendeteksi opportunity regocnition. Dia akan segera menyediakan barang ini  dengan jumlah cukup dan beragam pilihan. Sang entrepreneur cukup mendeteksi kebutuhan konsumen lalu mencari pasokan dan selanjutnya  melakukan transaksi dengan konsumen. 
             Inilah cara mendapatkan peluang paling mendasar , namun tidak semua orang memiliki sensitivitas pasar memadai sehingga dapat mengenali peluang dengan  jelas. Bahkan ketika peluang itu datang mengetuk, ini contohnya :



 

          Dulu  ketika saya belum mengikuti kelas entrepreneurship jika ada yang bertanya , “Uny ada barang elektronik, HP, Camera, power bank dll ,,, ?!?! kemudian saya jawab “ tidak ada, saya hanya menyediakan busana muslim dan garment lainnya”


Tapi setelah saya mengikuti kelas entrepreneurship dan kelas retail ini peluang yang saya lihat banyak sekali dan sekarang saya siap menerima dan menyiapkan  orderan ataw permintaan  dari customer .

 Opportunity Seeking
            
Dalam situasi ini entrepreneur  telah memiliki produk yang hendak ia pasarkan. Namun ia belum tahu siapa yang memerlukan produk ini, berapa harga yang dapat di terima dan bagai mana berkomunikasi secara efektif kepada prospek pengguna produk. Dalam  opportunity seeking sang entrepreneur akan bertanya tiga pertanyaan mendasar bagi keberhasilan sebuah produk yaitu: siapa, dimana, dan berapa banyak peluangnya. Peluang adalah adalah kata kunci yang mendahului produk, bukan sebaliknya. Jadi ketika kita mendapatkan priduknya terlebih dahulu, maka kita harus kembali lagi ke pertanyaan utama tentang peluang sebelelum membuat membuat program untuk pemasaran produk tersebut. Contohnya adalah Kiss Me Meter. Alat ini di gunakan untuk mengukur sejauh mana bau mulut seseorang sehingga orang tersebut boleh mencium orang lain.

                                           
                Di korea produk ini telah di kenal , namun belum kita dapatkan dengan mudah di Indonesia. Apakah anda jadi pengimpornya, maka sebagai entrepreneur Anda harus melakukan
oppotunity seeking.
Anda harus bertanya siapa, di mana dan berapa besar prospek pengguna Kiss Me Meter di Indonesia? Setelah mendapat jawabannya, baru pikirkan strategi pemasarannya. Bila ini tidak di lakukan dan Anda hanya melakukan promosi besar-besaran melalui TV untuk menjual Kiss Me Meter, jangan-jangan Anda bisa di hujat para Guru dan orang tua anak-anak di bangku sekolah.

Opportunity Discovery
             
Seorang entrepreneur di katakana telah melakukan opportunity discovery  bila ia melaluinya dengan kebutuhan pasar yang sangat nyata. Sebuah persoalan yang belum terselesaikan ataw sebuah ketidakpuasan akut yang di hadapi pelanggan. Entrepreneur akan melihat permasalahan adalah peluang, kesulitan adalah kesempatan, dan mereka akan terpicu untuk menemukan solusinya serta memasarkan solusi tersebut. Proses men-“discover (menemukan dengan sengaja)” solusi tersebut adalah proses opportunity discovery. Sebagai contoh, pada saat ini di butuhkan obat kanker mujarab tapi murah, bahan bakar pengganti bensin, alat transportasi bebas polusi, dan sebagainya. Produk-produk baru yang di hasilkan para entrepreneur  untuk mengatasi permasalahan itu merupakan contoh opportunity discovery. Berikut ini adalah kisah Wahyudi Anggoro yang mengembangkan Bio Diesel dari bahan alami Nyamplung.

Salam Entrepreneur,,,

Sumber: http://www.unctad.org/en/docs/webiteteb20043_en.pdf