Love is Motivation
Kata ini mengingatkan saya dan akan selalu teringat sampai akhir hayat, for the rest of my life rasa cinta kepada almarhumah Mamah membuat saya semakin kuat dan tegar dalam menjalani kehidupan ini meski perjalanan hidup tak selalu lurus dan tidak selamanya kenyataan berakhir dengan seperti apa yang kita inginkan, namun saya percaya apapun bentuk dari ketidak berhasilan itu bukanlah suatu kegagalan melainkan keberhasilan yang tertunda saja. Dengan berkeyakinan bahwa Tuhan masih bersama saya dan musibah yang menimpa hanyalah suatu ujian untuk saya agar lebih dekat lagi dengan Allah hu Rabbi , , ,
Masa lalu, ketika masa kanak-kanak saya suka sekali belajar dan mengajar namun situasi dan kondisi tidak memungkinkan karna saya harus membantu orang tua untuk bekerja demi mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Bekerja keras banting tulang sudah terbiasa sedari kecil dan itu membuat saya dendam pada keadaan ,,, hehehe
Tapi tentunya rasa dendam itu membuahkan hasil yang positive kaliiiieee ,,, saya berpikir seandainya saya BISA ! ,,, saya ingin menjadi orang kaya dan saya ingin menjadi orang yang sukses dalam pendidikan (Guru) agar saya bisa membantu orang-orang yang kekurangan dan anak-anak yang tidak mempunyai kesempatan untuk mengenyam pendidikan, anak-anak yang tidak mampu masuk dan duduk di bangku sekolah :(
Bila saja aku BISA ! ,,, Aku akan bahagiakan Mamah !!! dengan segenap kemampuan, selama saya masih sanggup melangkah dan bernafas sepanjang itu juga saya akan berjuang demi Cita dan Cinta saya. Namun,,,, Tuhan berkendak lain, ternyata Dia lebih mencintai Mamah dan memanggilnya untuk segera kembali kepangkuan-NYa . . . :'(
Meski perih,pahit dan getir kehilangan orang_orang yang saya cintai namun life must go on, setelah kepergian almarhum Kaka dan almarhumah Mamah ke rakhmatullah saya memutuskan untuk mengadu nasib ke luar negri tujuan pertama saya yaitu negara Singapore pada tahun 2003, yang mana banyak sekali ilmu kehidupan yang saya dapatkan di sana, suka duka derita semua saya rasakan ya hanya bisa di rasakan, hanya saya dan Tuhan saja yang tahu tentang semuanya. Tiba saatnya pulang kampung yang selama 2 tahun di rindu-rindukan namun kenyataan yang ada setelah pulang kampung bukanlah pengobat rindu yang saya dapatkan tapi rasa sedih begitu menyayat hati setelah saya sadar sudah tiada lagi orang-orang yang saya cintai dan saya sayangi, semakin terpuruk ketika situasi dan kondisi tidak berpihak kepada saya sehingga saya memutuskan untuk meninggalkan kampung halaman lagi dan kali ini saya pergi ke negri BETON yang mana kehidupan dan orang-orangnya super keras. Hong Kong adalah kampung halaman ke 2 saya meski banyak sekali suka duka dan derita yang melanda namun saya berusaha untuk tabah dan tegar menghadapi liku-liku kehidupan di negeri BETON ini, di sini saya bisa bekerja dan melanjutkan pendidikan saya alhamdulillah rasa syukur saya panjatkan pada Tuhan yang selalu memberikan petunjuk dan karunia_NYa.
Di sini cahaya gemilang mulai saya rasakan ketika saya mampu melanjutkan SMA dan Kuliah namun lagi-lagi masalah ekonomi lah yang menyebabkan saya harus break kuliah, dan itu harus saya relakan meski hati tak mau , , , masalah yang menghimpit dan semakin terjepit membuat saya puter-puter otak harus bagai mana keluar dari maslah yang membelenggu ini hingga pada akhirnya saya memutuskan untuk terjun ke dunia bisnis, awal mulanya saya suka mengoleksi buku-buku, baju-baju, hijab, dan assesories laiinya yang semakin lama semakin banyak koleksi dan kemudian saya berpikir untuk lebih memanfaatkan hasil koleksi saya sebagian di tawarkan pada teman-teman dan sebagian di kasihkan pada mereka .
Dari situ muncullah ide untuk mengembangkan kesukaan saya yaitu mengoleksi baju-baju dan yang lainnya karna banyak dari mereka yang berminat dan susah untuk mendapatkan barang yang mereka perlukan, tapi kali ini dengan jalan yang berbeda, saya mulai merambah bisnis melalui on line, ekspor dan impor barang-barang dari indonesia dan china. Dan pada akhirnya saya pun memulainya membuka shop online https://www.facebook.com/simplestylecollection di page ini transaksi jual beli di lakukan, alhamdulillah
namun perjalanan tidak selamanya lurus dan mulus, seperti halnya kebanyakan dari mereka para pembisnis/ wirausaha saya pun mengalami kegagalan dan penurunan income yg memaksakan harus berhenti mengadakan rutinitas dan berhentinnya transaksi jual beli, lagi-lagi keadaan ekonomi di sini teramat sangat mendesak dan menghimpit merasa buntu dan putus asa.
Selang beberapa bulan kemudian salah satu dari sahabat saya (TS) membicarakan tentang klass mandiri yang di selenggarakan oleh Bank Mandiri bekerja sama dengan Universitas Ciputra Entrepreneurship Centre (UCEC), dia sharing bagaimana dan apa yang telah dia dapatkan setelah mengikuti Kelas Mandiri dari sini semangat yang pernah terhempaskan membara kembali, semangat belajar semangat ber-Entrepreneur, semoga kedepannya akan lebih baik lagi, mampu memanage lebih rapih, kreative, inovative dan lebih luwes dalam menjalankan bisnis.
Terima kasih Pak Ciputra dan para Dosen yang senantiasa sabar dalam membimbing, mengarahkan dan memberikan ilmu nya kepada saya, besar harapan saya mampu menggapai Cita dan Cinta yang selama ini terpendam dan masih belom pun tercapai.
Salam Entrepreneur
